Kepoh

Sterculia foetida L.

Pohon besar yang tingginya mencapai 20–40 meter dan menggugurkan daun. Pohon ini sering dikaitkan dengan tempat keramat (punden atau makam) di Jawa, memberinya julukan "pohon genderuwo". Ciri khasnya adalah bunga yang berbau tidak sedap dan buah besar berbentuk lonjong dengan kulit tebal yang berwarna merah kehitaman saat matang, berisi biji yang mengandung minyak.
Nama LatinSterculia foetida L.
Nama FamiliMalvaceae
Distribusi AsliAsia Tropis dan Subtropis, mulai dari Anak Benua India, Asia Tenggara (Indonesia: Jawa, Sumatra, Sulawesi), hingga ke Australia
Ruang Tumbuh OptimalSangat tahan kekeringan dan tumbuh optimal di dataran rendah hingga ketinggian 500 mdpl, terutama di daerah kering dengan musim kemarau yang jelas. Pohon ini membutuhkan sinar matahari penuh dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk tanah tandus.
PemanfaatanBiji Kepoh menghasilkan minyak yang dapat digunakan untuk bahan bakar (biofuel) atau dimakan setelah diolah (roasted). Kayunya berukuran besar, digunakan untuk konstruksi ringan dan pembuatan kano. Kulit, daun, dan bijinya digunakan sebagai obat tradisional untuk rematik, konstipasi, dan memiliki sifat anti-inflamasi. Ditanam untuk penghijauan di daerah kering karena ketahanannya.

Subscription Request Successfully placed!

Your Message successfully sent!